Laman

5/27/2011

Pinball Game



5/14/2011

Cinta Sepotong Roti Unyil


“Mas, jangan lupa belikan roti unyil” demikian sms istriku, saat aku ada acara di Bogor. Sebenarnya sih agak males karena jaraknya yang jauh, hampir 1 jam naik angkot. tapi demi cinta, gunung yang tinggi akan kudaki lautan luas akan ku sebrangi (cie...cie...).

Aku sendiri belum tau seperti apa bentuknya roti unyil itu, mungkin bentuknya kecil kayak unyil. Apakah seperti roti isi atau seperti cookies, belum terbayang dipikiran. Memang selama ini sudah sering mendengar kudapan khas kota Bogor ini, katanya sih enak.

Akhirnya sehabis acara diklat, aku sama temen2 jalan-jalan. Informasinya bahwa roti unyil yang terkenal di Venus, samping Mall Ekalosari, dari Botani Square naik angkot jurusan Ciawi. Sampai Venus sudah malam karena berangkat dari Cibinong habis maghrib, dan ternyata Venus sudah tutup.


Besoknya aku pergi ke Venus bersama Redy, temen SMA yang sekarang bekerja di BAPEPAM Kemenkeu yang aku telpon untuk datang dari Jakarta ke Cibinong, kebetulan hari Jum`at libur. Dari Cibinong naik bus ke Botani Square trus naik angkot jurusan Ciawi. Sekitar jam 3 sampai Venus. Dan ternyata....ruamaiii banget mak, ini kalau antri bisa sampai 1 jam. Di saat-saat ramai, pembeli harus memesan dengan tulisan di secarik kertas supaya mudah dilayani. Akhirnya aku ga jadi beli, besok pagi aja sekalian mau pulang ke Pekanbaru, katanya jam 6 pagi Venus sudah buka, sedangkan jadwal pesawatku jam 16.00 WIB.

Sebenarnya menurutku tak ada yang istimewa dari roti unyil kecuali ukurannya yang mini, sehingga sekali telan..hap. Kalau rasa menurut lidah aku lebih enak Holland Bakery ato Vanhollano, kotak bungkusnyapun ga menarik, seperti kotak kue biasa. Lagi pula harganya juga mahal, Rp 1.300/biji dengan diameter roti sekitar 3 jari. Tersedia berbagai macam rasa mulai dari original, cokelat, keju, pisang, jagung, sosis hingga daging asap.

Sabtu pagi setelah packing aku pergi lagi ke Venus, alhamdulillah tidak begitu ramai, 5 menit menunggu sudah terlayani. Roti unyil paling lama tahan 3 hari, untuk rasa pisang, jagung kurang dari 3 hari, sehingga kalau mau dibawa keluar kota, tinggal bilang “yang tahan lama mbak, mau dibawa ke luar kota”.

2/12/2011

Akhirnya, Mubarak Lengser Keprabon


Setelah Revolusi rakyat Mesir berjalan 18 hari akhirnya Mubarok mengundurkan diri. Seratusan warga meninggal dan ratusan lainya luka-luka, tidak sedikit pula yang ditahan oleh rezim yang berkuasa. Demo ini telah berjalan mulai Selasa, 26 Januari 2011. Mubarok telah berkuasa 30 tahun di Mesir. Selama berkuasa, ia memberlakukan Undang-undang Darurat yang melarang pertemuan lebih dari 5 orang. Dan itu sukses dijalankan selama 30 tahun di negara berpenduduk terbesar di Timur Tengah itu. Usaha Mubarak mengendalikan stabilitas negara bukan hanya menjadikan dirinya diktator. Ia juga memonopoli sektor ekonomi Mesir.

Jum`at, 11 Februari 2011 akhirnya melalui Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, mengungkapan bahwa Presiden Hosni Mubarak telah mengundurkan diri. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa Mubarok tidak mengumumkan pengunduran dirinya tidak dilakukan sendiri secara langsung. Mungkin jadi ia mengamankan diri dan keluarga di Kairo atau sudah meninggalkan Mesir sebelum berita pengunduran dirinya.

"Orang-orang berteriak, rezim telah digulingkan," terdengar teriakan dari kerumunan ratusan ribu massa yang berkumpul di Lapangan Tahrir dan tidak jauh dari Istana Mubarak serta berapa meter dari daerah utara Ibukota Mesir. Hal ini juga terjadi di seluruh dunia, dimana warga Mesir bersuka cita menyambut mundurnya Mubarok.

Tumbangnya Mubarak ini sekaligus membuat vacuum of power di negara piramid itu. Majelis militer Mesir pun dikabarkan mengambil alih tanggung jawab pemerintahan sementara yang ditinggalkan Mubarak.

Mungkin inilah adalah momentum gerakan dakwah di Mesir untuk bangkit dan turut berperan serta dalam pemerintahan Mesir. Tapi hal ini tidak mudah mengingat kepentingan besar AS dan Israel di Mesir, tentunya mereka sudah mempersiapkan pengganti Mubarok sehingga agenda AS dan Israel di Timur Tengah kedepannya tidak terganggu.

2/01/2011

Cinta Cek Kandungan

“Bu, saya ijin mau mengantar istri cek ke Rumah sakit” ijinku kepada Bu Ika, atasanku dikantor. Ya, hari ini waktunya Cinta cek kandungan. Pukul 10.30 aku meluncur dengan Supra X ke Kampus, perlu waktu sekitar 30 menit. Dari kampus ke RS Santa Maria memakan waktu 15 menit. Baru kali ini aku ke RS Santa Maria, lumayan suasananya nyaman dan bersih. Mungkin ini harus dicontoh oleh Rumah Sakit Islam.

O ya, alat yang digunakan untuk cek kandungan adalah USG (Ultrasonografi). Ultrasonografi adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.

Biasanya Cinta cek kandungan di klinik Az Zahra. Di Az Zahra USG hanya 2 dimensi sementara di Santa Maria USG 4 dimensi, sekalian memanfaatkan Askes sehingga tidak bayar. Gratis. Usia kandungan Cinta menginjak 14 minggu ato 3,5 bulan dan ini USG yang ketiga kalinya. Mudah-mudahan sudah bisa dilihat janinnya. Semoga. Satu jam sebelum ke Santa Maria, Cinta sudah mendaftar dulu, lewat telfon, sehingga tidak menunggu lama. Setelah mendaftar tak berapa lama sudah langsung dipanggil.

Berdebar-debar hati ini akan menyaksikan calon buah hati. Saat dokter (wanita tentunya) mulai menggerak-gerakkan probe di perut Cinta, tak lepas mata ini memandang monitor. Subhanallah. Bergerak-gerak ia. Betul, ia sudah bisa bergerak-gerak. Allahu Akbar. Wah kayaknya mau nangis aku. Terharu, senang, entahlah, perasaan ini tak bisa dilukiskan. Dengan seksama dokter menggerak-gerakkan probe dan menjelaskan detail apa yang terlihat.

“ini kepala, tangan, kaki” dokter tersebut menjelaskan sambil menunjuk menggunakan kursor ke arah gambar di monitor.

“semuanya normal, peredaran darah juga normal dan ukurannya sesuai dengan usianya. Sedangkan jenis kelaminnya belum bisa dilihat, mungkin bulan depan sudah terlihat” lanjutnya

Setelah selesai memeriksa dari berbagai sisi, gambar janin diprint. Kemudian dokter menanyakan keluhan-keluhan. Biasalah, Cinta itu masih sering pusing sama mual. Kata dokter seharusnya rasa mual sudah berkurang menginjak 4 bulan, mungkin itu pengaruh maag yang pernah Cinta alami. Ternyata Cinta tadi lupa memberikan surat rujukan dari Dokter Misbah (Cewek lho ini) -dokter keluarga- saat mendaftar, untunglah susternya baik hati mau membantu menguruskan Askesnya, tanpa bertele-tele atau mempersulit. Setelah mendapatkan obat kami pulang dengan hati senang. Terbayang-bayang si kecil berteriak “abiiiiiiii”

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS 25:74)

4/28/2010

Jangan Panggil Akhwat “ Dinda”



Ada sms seorang Al akh, sebut saja namanya Ikhwan yang singgah ke k-touch ku. Aku merasa terusik untuk menulisnya.

Ikhwan: waduh ana terbiasa memanggil akhwat tertentu, dgn panggilan dinda..,kira2 ntar bermasalah gak ya?;-),pndapat antm?

Aku kira ikhwan ini hanya bercanda aja, dalam pikiranku mungkin dia mau ngerjain, bisa jadi “akhwat tertentu” itu saudarany asendiri sehingga kujawab biasa aja “ana kira nt dah tau jawabanny. Ga perlu ditanyakan ke orang lain..ya to. Klo akhw itu kakak ato adik nt ga masalah”

Sekitar 20 menit kemudian ikhwan menjawab “so kesimpulanya?,klo bukan kakak ato adik dlm hubungan kluarga,ntar bisa gawat jg ya..meskipun cm hal panggilan aja, yg kelihatanya sepele..,

Aku balas “ akhwat itu jg wanita..kadang hatiny mudah tgoda..bs jd dg panggilan itu bs merusak hati akhw, bs aja akhw itu GR..ujung2nya fitnah. Bs jd panggilan dinda dlm benak akhw brubah mjd...yang, nach lo..setauku panggilan dinda unt istrikan”

Pukul 20.19 ikhwan balas “oh gt ya..,pantes akhwat itu nggak protes tak panggil dinda.., mungkin dia ‘menikmatinya”.,

Aku jawab “berari nt bkontribusi menjerumusk akhw ke pintu syaitan...ga usahlah panggil2 dinda segala..lagian ngapain nt panggil dinda..berarti nt ni yg ga bener..sebaikny panggil aja ukhti ato namany”

Hari ini ikhwan sms lagi “benar,ana dulu Cuma iseng iseng aja manggil dinda,sbenarnya ana berharap akhwt tersebut protes...ga diteruskan kok...nanti jadi penyakit hati...xxxxx”*

Aku jadi teringat tulisan seorang akhwat dalam eramuslim yang judulnya Antara Aku dan Dia: "Adinda-Kanda," bolehkah?. Sewaktu membaca itu aku perfikir mosok iyo sih ada kayak gitu, laa dalah.....sekarang aku baru sadar bahwa memang ada faktanya apa yang diungkapkan sepertinya tulisan akhwat tersebut. Untuk lebih jelasnya tulisan tersebut saya copas

Antara Aku dan Dia: "Adinda-Kanda," bolehkah?

Oleh Evi Andriani

"Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama 'rasa' dan 'pemaknaan'." (Suara Hati Nurani)
***

"Apa, Dinda? Akhi sadar dengan panggilan itu? Teriak seorang Muslimah kepada seorang pemuda yang berdiri tak jauh darinya.
"Maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. Sebagai saudara, tolong, jaga aku! Karena aku akan kuat menolak rayuan preman, namun bisa jadi aku lemah mendengar panggilan itu (dinda)," lanjut Muslimah tadi.

"Tolong, aku hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal agar tetap tertuju hanya untukNYA. Dengan panggilan itu, jangan ajak telingaku berzina! Karena, akan membuka bentuk-bentuk zina yang lain. Tolong, bantu aku menjaga diri ini untuk tidak berzina dengan berduaan denganmu! Tolong, jangan ajak kakiku berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak tanganku berzina dengan menerima kasih sayangmu! Jangan ajak mataku berzina dengan memandangmu! Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan bagi laki-laki baik," tutupnya sambil melangkah meninggalkan pemuda itu.
***
Entah apa yang terjadi, tapi itulah sepenggal realita yang ada di sekeliling kita. Afwan, saya bukan pujangga yang hendak membahas masalah 'cinta dan makna sebuah kata.' Saya hanya ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat. Saya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara, yang wajib hukumnya mengingatkan saudaranya yang mungkin salah langkah. Bila salah, atau artikel ini tak berkenan, mohon maafkan saya.

Lisan, Pedang Bermata Dua

Diantara kami (akhwat), ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Karena itu ikhwan, bantu kami, saudara Antum, untuk menjaga diri ini. Jangan keluarkan kata-kata yang membuat kami lupa akan azabNya. Jangan panggil kami dengan sesuatu yang membuat kami merasa sangat dekat dengan Antum, kedekatan yang Allah swt murka atasnya.

Antum tahu sabda baginda Rasul saw: ''(Muslim terbaik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya).'' (HR Bukhari dan Muslim). Lalu, mengapa semudah itu Antum bermain-main dengan kata-kata. Dengan alasan mempererat ukhuwah, Antum panggil kami dengan "adinda." Bagaimana mungkin Antum berdalih bahwa panggilan ini sebagai lambang persahabatan tatkala hati kami bergetar mendengarnya? Tidakkah ini menjadi celah syaithan untuk menjurumuskan kami? Tidakkah panggilan ini dapat membawa pada permainan hati yang tidak lagi Islami? Na'udzubillahi min dzalik.

a. Budak Syaithan
Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa saya tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Karena itu, tolong, berhentilah memanggil kami dengan "Adinda!" jika tidak ingin menjadi tangan-tangan syaithan yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (QS. An-Naas: 3-6). Bukankah ia (syaithan) adalah musuh yang nyata bagi manusia, yang telah mendeklarasikan permusuhannya semenjak masa Adam, yang telah bersumpah menghabiskan umurnya merusak keadaan anak keturunan Adam, "Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil." (QS. Al Isra' : 60). Allah swt juga telah berfirman:

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

"Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. Al Nisa': 60)

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

"Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." (QS. Al Maidah: 91)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Faathir: 6)

Tidakkah Antum (ikhwan) melihat dan mengamalkan perintah Allah untuk mewaspadai iblis dan syaithan:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah: 168).

Jika Antum belum bisa menjadi orang shalih, jangan ajak (jerumuskan) kami ke dalam neraka. Karena yang demikian hanya dilakukan oleh syaithan.

b. Budak Barat
Ikhwan, jika Antum berdalih bahwa yang demikian (memanggil "dinda") adalah satu syarat pergaulan hari ini, tidakkah ini merupakan agenda Barat hari ini, yaitu menggeser nash/teks al-Qur'an dan sunnah dengan 'realita sosial?' Yang menjadikan 'apa' yang terjadi hari ini sebagai tolak ukur kebenaran. Bukankah itu karena kedengkian mereka (Barat) atas kemurnian dan kebenaran al-Qur'an dan Sunnah Rasul? Lalu, mengapa Antum malah senang menjadi budak mereka mengganti al-Qur'an dan al-Hadith dengan syahwat manusiawi? Mengapa hanya karena panggilan "dinda" itu umum dipakai, lalu Antum juga ikut-ikutan melakukannya? Sungguh, sadarlah!
Sesungguhnya, perbuatan menjadikan 'realita sosial' sebagai tolak ukur kebenaran; tolak ukur dalam bersikap, tolak ukur dalam berfikir, dan tolak ukur dalam bergaul adalah satu rangkaian proyek Barat, yaitu Gerakan Liberalisasi Pemikiran Umat Islam (baca: Cheryl Bernard: Civil Democratic Islam, Partners, Resources and Strategies (2003); U.S. Strategy in the Muslim Worl After 9/11 (2004); The Muslim World After 9/11 (2004); dan Three Years After: Next Steps in the War on Terror (2005)).

Dalam gerakan ini, ajaran agama diletakkan dalam dinamika sejarah. Sehingga, ia (ajaran agama) harus senantiasa berdialog dengan realita, tidak peduli seperti apa realita yang berkembang. Di sinilah upaya menjadikan umat Islam tidal lagi kokoh, karena memegang agama ini dengan benar. Gerakan ini dilakukan secara bersama oleh Missionaris, Orientalis dan Kolonialis. Globalisasi digunakan sebagai kendaraan menyebarkan budaya, paham-paham dan ideologi Barat. Orientalisme dimanfaatkan untuk membaca pemikiran Islam dari kaca mata Barat sehingga melahirkan makna Islam yang berbeda dari pemahaman umat Islam sendiri. Sedangkan Missionarisme dipakai untuk memperluas penerimaan kultur dan kepercayaan Barat. Terakhir, Kolonialisme yang merupakan kekuatan strategis untuk menaklukkan dunia Islam yang memanfaatkan Orientalisme dan Missionarisme dalam tujuan-tujuan politik dan ekonimi (baca: Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi).

Kami (Akhwat), Generasi Ummat

Sebagaimana kita tahu, Islam mengakui peran strategis pemuda. Pemuda sering menjadi pelopor perubahan, pilar peradaban yang sangat penting. Hal ini karena usia muda merupakan usia yang penuh kekuatan, yang terletak di antara dua fase kelemahan. Hal ini Allah swt lukiskan dengan bahasa yang sangat indah: “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan sesudah kuat itu lemah dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS 30: 54).

Kendati demikian, 'muda' tidak selalu identik dengan prestasi. Sebab, bersama dengan potensi besar yang dimilikinya, pemuda juga cenderung tergesa-gesa, terlalu bersemangat, dan lebih mudah terjatuh pada godaan duniawi.
Ikhwan, saudara kami, seperti Antum, kami ini juga generasi muda harapan Islam. Generasi yang juga sangat menentukan kemajuan umat ini. Merusak kami berarti merusak umat ini. Merusak umat ini berarti Antum menantang Allah swt dan Rasul-Nya. Seberani itukah Antum? Karena itu, mari kita bersama-sama, bergerak membangun umat, di bawah panji-panji Ilahi.

Tutur kata yang Islami

Sebagaimana sabda baginda Rasulullah saw di atas: ''(Muslim terbaik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya)'' (HR Bukhari dan Muslim), maka dapat dipahami bahwa, lisan manusia itu laksana pedang yang bermata dua, bisa menuntun pada kebaikan, bisa juga sebaliknya.

Lisan yang menuntun pada kebaikan adalah lisan yang tidak berkata/berbicara kecuali berangkat dari pengharapan akan ridha Allah swt. Al-Qur'an memperkenalkan perkataan/pembicaraan yang baik ini dengan "kalimah thayyibah," (QS. Ibrahim [14]: 24-25). Ia punya akar kebenaran yang kuat dan menimbulkan maslahat bagi umat; laksana pohon yang subur, rimbun, dan berbuah lebat. Ciri-ciri kalimah thayyibah ini:
Pertama berupa qawlun ma'ruf (perkataan yang baik). Perkataan jenis ini identik dengan kesantunan dan kerendahan hati. Alquran mensinyalir bahwa mengucapkan qawlun ma'ruf lebih baik daripada bersedekah yang disertai kedengkian (QS. Albaqarah [2]: 263).

Kedua, qawlun tsabit (ucapan yang teguh). Perkataan ini punya argumentasi yang kuat serta dilandasi keimanan yang kokoh. Tidak ada keraguan yang menyelimutinya. Kezaliman yang nyata patut dihadapi dengan perkataan jenis ini (QS. Ibrahim [14]: 27).

Ketiga, qawlun sadid (perkataan yang benar). Tiada dusta dan kebatilan dalam ucapan ini. Kata sadid berasal dari sadda yang berarti menutup, membendung, atau menghalangi. Qawlun sadid yang diucapkan berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkaran dan kezaliman. Bukti ketakwaan seorang Mukmin di antaranya gemar mengucapkan perkataan ini (QS. Al-Ahzab [33]: 70).

Keempat, qawlun baliqh (ucapan yang efektif dan efisien). Ini adalah jenis ucapan yang cermat, padat berisi, mudah dipahami, dan tepat mengenai sasaran alias tidak ngelantur. Tipe perkataan seperti ini akan berpengaruh kuat bagi pendengarnya (QS. An-nisa [4]: 63).

Kelima, qawlun karim (perkataan yang mulia). Ia adalah tutur kata yang bersih dari kecongkakan dan nada merendahkan atau meremehkan lawan bicara. Terdapat semangat memuliakan, menghormati, dan menghargai terhadap lawan bicara dalam qawlun karim tersebut (QS. Al-Isra [17]: 23).

Keenam, qawlun maysur (ucapan yang layak dan pantas). Maysur arti asalnya adalah yang memudahkan. Ucapan ini mengandung unsur memudahkan segala kesukaran yang menimpa orang lain, dan menghiburnya guna meringankan beban kesedihan (QS. Al-Isra [17]: 28).

Dan ketujuh, qawlun layyin (tutur kata yang lemah lembut). Kelembutan diharapkan dapat menundukkan kekerasan, sebagaimana air dapat memadamkan api. Inilah pesan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ketika keduanya hendak menghadap Firaun yang lalim (QS. Thaha [20]: 44).

Ikhwan, semoga kita termasuk hamba-Nya yang mampu membawa lisan ini kepada yang diridhaiNya. Amien. Wallahu'alam bi ash-shawab.
Saya kurang menyukai dan mendengar apabila ada sepasang ikhwan-akhwat yang mengucapkan dinda-kanda sementara belum ada ikatan yang sah antara keduanya (pernikahan). Selain belum jelas statusnya, dan kadang kita menyukainya tapi belum tentu Allah menyukainya begitu juga pandangan atas prasangka orang lain terhadap panggilan tersebut. Maka panggillah dengan panggilan yang baik.

(http://www.eramuslim.com/oase-iman/evi-andriani-antara-aku-dan-dia-adinda-kanda-bolehkah.htm)

4/22/2010

Finger Print dan Disiplin Pegawai


Ada yang berubah mulai bulan April di kantor saya. Tak biasanya pada waktu apel pagi jumlahnya lumayan banyak, sekitar 60-80% dari yang biasanya 30-40% atau ketika pimpinan sedang dinas luar (DL) maka pegawaipun ikut DL (dinas liar...nih guyonan pegawai) sehingga kehadiran berkisar antara 20-30% dari jumlah total pegawai. Hal ini karena ada alat baru yang bernama finger print...ya alat ini merupakan absensi mekanik yang menggunakan sidik jari. Alat “ajaib” ini telah mampu “memaksa” pegawai untuk masuk kantor. Jam pulang kantor telah ditetapkan yaitu masuk maksimal pukul 07.30 dan pulang minimal pukul 16.00, kecuali hari Jumat pukul 16.30. Jika hadir lewat pukul 07.30 dan pulang sebelum pukul 16.00, maka finger print akan memberi tanda merah pada absensi.
Sebelumnya daftar hadir pegawai dibuat secara manual dengan membubuhkan tanda tangan sehingga bisa langsung absen datang-pulang dilakukan pada pagi hari atau kapanpun datangnya (banyak juga yang datang jam 9 an), siang hari pulang untuk makan dan tidak kembali lagi atau yang lebih parah setelah absen pagi.....wushhhh....entah kemana tidak diketahui rimbanya. Tetapi tetap saja ada pegawai yang disiplin datang dan pulang tepat waktu (contohnya kayak saya ini...jadi besar kepala...hehehe).
Lalu sejauh manakah efektifitas alat ini?. Setidaknya terjadi peningkatan jumlah kehadiran pegawai yang ditandai dengan bertambahnya jumlah pegawai yang mengikuti apel pagi dan apel sore. Bahkan pegawai yang jarang nongol di kantor pun rajin (baca: agak rajin) datang apel. Tetapi antara pagi dan sore apakah pegawai tersebut masih tetap di kantor???
Alat ini memang tidak bisa menjamin pegawai tetap di kantor mulai pagi sampai sore. Tetap saja pegawai yang malas bisa pulang setelah apel atau siang hari, kemudian sore hari datang kembali untuk absen. Tetapi sudah ada peningkatan juga pegawai yang dari pagi sampai jam pulang tetap di kantor.
Sebagai seorang muslim hal ini juga menjadi dilema, terutama terkait dengan keikhlasan....mungkin masih jauh dari ikhlas karena kedatangan hanya karena absen digital (yang terkait uang makan) atau karena ada pimpinan di kantor, jadi belum ada -mungkin- kesadaran bahwa bekerja adalah juga termasuk ibadah. Tetapi setidaknya ini –mudah-mudahan- akan melatih dan membiasakan pegawai untuk disiplin dan n akan meningkatkan kesadaran sebagai seorang muslim bahwa bekerja juga termasuk ibadah (tentunya disertai dengan niat) dan ikhlas, tentunya.
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan (HR. Bukhari Muslim)