Laman

2/21/2010

Lindungi Generasi Muda dari Rokok

Jenuh juga liburan di rumah saja, akhirnya aku pergi ke Gramedia, siapa tahu ada buku yang menarik untuk dibeli atau setidaknya dibaca di sana ( kalo harganya mahal..hehehe) sekalian ke Ramayana beli kemeja. Dari rumah aku naik bus ke Ramayana, setelah memperoleh kemeja yang kuinginkan kulanjutkan perjalananku ke Gramedia, naik oplet. Kebetulan siang hari bersamaan dengan anak-anak pulang sekolah. Opletpun penuh dengan anak-anak SD.

Trenyuh dan miris aku saat melihat seorang anak SD, masih dengan seragam lengkap (perkiraanku dia kelas 4 atau 5) dengan santainya mengeluarkan sebatang rokok dari kantong bajunya dan kemudian menyalakan dan menghisapnya, dari caranya merokok sepertinya anak itu sudah terbiasa. Sayangnya ia duduk disamping sopir sedangkan aku di belakang sehingga aku tidak sempat untuk menasehatinya. Sempat pula ia memberikan sebatang rokok kepada supir oplet.

Mungkin itu adalah salah seorang anak kecil yang merokok yang aku jumpai, dan aku yakin masih banyak anak-anak seusianya yang sudah berani merokok, ratusan bahkan mungkin ribuan anak.

Trus, salah siapakah ini......

Industri rokoklah yang turut serta bertanggungjawab terhadap dampak negatif rokok, termasuk merusak generasi muda, generasi penerus bangsa ini. Iklan-iklan rokok yang gencar serta dikonotasikan dengan keberanian dan kejantanan telah berhasil mensugesti konsumen untuk berbondong-bondong membelinya, tak luput anak-anak. Oleh karena itu LARANG IKLAN ROKOK!!!

Sudah menjadi kewajiban pemerintah sebagai umara`, yang telah dipercaya oleh rakyat bertindak untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran akibat bahaya rokok, apalagi sekarang ada departemen perlindungan anak. Pemerintah jangan tutup mata terhadap bahaya akibat rokok karena merasa pendapatan dari pajak rokok cukup besar. Pemerintah seyogyanya menerapkan peraturan yang lebih ketat tentang rokok.

Sebagai orang tua haruslah lebih perhatian terhadap anak. Memperhatikan perubahan-perubahan tingkah laku dan sikap yang terjadi pada anak. Nasehat diperlukan dalam mendidik anak supaya tidak merokok, menjelaskan bahaya rokok dan tentunya komunikasi yang berjalan dengan baik antara orang tua dengan anak dapat menghindari anak untuk merokok.

Dan kita sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya turut serta melindungi generasi muda dari kehancuran terutama karena rokok, obat-obat terlarang, minuman keras maupun hal-hal lain yang dapat merusak moral generasi penerus bangsa ini.

SAY NO TO SMOKING..................

12/11/2009

Sarangan



Sudah lama aku tak mengunjungi Sarangan, terakhir kali waktu SMA, sekitar 7 tahun yang lalu. Sewaktu pulang kampung Alhamdulillah aku berkesempatan menelusuri kembali keindahannya bersama ketiga sahabat2 tercinta-Trio, Fendi dan Hadi dengan mengendarai sepeda motor. Masih seperti dulu, keelokan telaga sarangan tak pernah pudar, bahkan semakin bertambah mempesona.

Kami erangkat dari rumah Trio jam 10.00, dengan berbekal kacang garuda, tim tam, dan fresh tea yang dibeli di Magetan- kata Trio lebih mahal di Sarangan mending beli di Magetan aja- untuk penghematan.....^_^.


Udara sudah terasa dingin mulai dari Ngerong hingga naik sampai Sarangan. Sesekali kami berhenti mengabadikan momen ini. Jalan yang berkelok-kelok menguji kepiawain dalam mengendarai motor. Sesekali aku menyaksikan motor yang mogok di tengah jalan karena tidak mampu menakhlukkan tanjakan sarangan. Menginjak adzan zuhur kami tiba di telaga, tak lupa kami menunaikan sholat- dengan air wudhu sedingi es tentunya.


Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajad, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata. Di samping puluhan kios cindera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai perahu motor. Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana. Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.


Puas berkeliling telaga baik dengan berjalan kaki atau naik kuda, jangan lupa memanjakan perut dengan sate kelinci yang murah meriah dijual di sekitar telaga. Setelah itu cobalah menelusuri jalan yang menuju ke Tawangmangu, niscaya kita akan semakin kagum akan keindahan pemandangannya.

Penyengat Island

Sudah setahun-sejak tinggal di Pekanbaru aku mendengar nama Pulau Penyengat dengan Masjid Raya Sultan Riau yang terkenal, tentunya.Alhamdulillah aku berkesempatan mengunjungi pulau tersebut.


Pulau Penyengat luasnya hanya 3,5 kilometer, terletak di sebelah barat Kota Tanjungpinang. Diantara Pulau Penyengat dan Tanjungpinang terdapat selat yang lebarnya sekitar 1,5 kilometer. Pulau Penyengat ditempuh ±15 menit dengan perahu, cukup dengan merogoh kocek 10.000 rupiah/pp. Dinamakan Penyengat konon ceritanya Pulau yang berhadapan dengan kuala Sungai Riau ini selalu menjadi tempat perhentian pelaut-pelaut yang lewat di kawasan ini, terutama untuk mengambil air tawar. Orang Tua-tua tempatan bercerita, sekali peristiwa pelaut-pelaut yang datang mengambil air itu diserang oleh sejenis lebah yang disebut penyengat. Karena serangga itu sampai menimbulkan korban jiwa, hewan itu dianggap sakti pula, sejak itulah pulau ini dinamakan Pulau Penyengat Indra Sakti, selanjutnya lebih dikenal Penyengat saja sampai sekarang.

Obyek yang dapat dikunjungi meliputi Masjid Raya Sultan Riau, Makam engku Putri Raja Hamidah, Makam Raja Haji Fisabilillah, Makam Raja Jakfar, Makam Raja Abdurrahman, Istana Kantor, Balai Adat Indra Perkasa. Untuk berkeliling cukup membayar 20.000 rupiah dengan menggunakan sepeda motor.

Masjid Raya Sultan Riau ini pada hari Jumat selalu ramai dikunjungi orang dari luar Pulau untuk sholat Jumat. Masjid ini didominasi warna kuning. Ada 13 kubah di masjid itu yang susunannya bervariasi. Ditambah dengan empat menara yang masing-masing memiliki ketinggian sekitar 19 meter, dan bubung yang dimiliki masjid tersebut sebanyak 17 buah. Angka ini diartikan sebagai jumlah rakaat shalat. Masjid yang tercatat dalam sejarah sebagai merupakan satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang masih ada ini berukuran sekitar 54 x 32 meter. Ukuran bangunan induknya sekitar 29 x 19 meter.

Sejarahnya, pada tahun 1805 Sultan Mahmud menghadiahkan pulau Penyengat kepada isterinya Puteri Raja Hamidah. Bersamaan dengan itu, dibangun Masjid Sultan. Cuma waktu itu, masjid hanya terbuat dari kayu. Kemudian, keturunan kerajaan setelah itu, Raja Ja'far membangun Penyengat sekaligus memperlebar masjidnya.

Pembangunan masjid secara besar-besaran dilakukan ketika Raja Abdul Rahman memegang jabatan Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga (1832-1844) menggantikan Raja Ja'far. Tak lama setelah memegang jabatan itu, pada 1 Syawal tahun 1284 H (1832 M) atau 165 tahun yang lalu, setelah usai shalat Ied, ia menyeru masyarakat untuk bergotong royong membangun masjid.

Dalam gotong royong itulah, masyarakat membawa berbagai perbekalan. Termasuk telur. Karena berlimpah, banyak putih telur yang tidak habis dimakan. Dan oleh pekerja, putih telur itu dijadikan campuran adukan. Menurut mereka, dengan campuran putih telur, bangunan akan lebih kokoh dan tahan lama.

Selain bangunan yang indah, masjid Penyengat menyimpan mushaf Alquran tulisan tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh putera Riau yang dikirim belajar ke Turki pada tahun 1867. Namanya, Abdurrahman Istambul.

Di Pulau ini selain terdapat banyak benda-benda peninggalan sejarah, terdapat pula objek lainnya yang cukup menarik, seperti alamnya yang cukup indah, baik di pantai maupun di bukit-bukit serta dapat pula menyaksikan perkampungan tradisional penduduk, Balai Adat dan atraksi kesenian. Jaraknya yang dekat dengan Kota Tanjungpinang serta sarana perhubungan yang lancar, memberi kemudahan bagi wisatawan untuk mengunjungi Pulau Penyengat Indra Sakti ini. Sayangnya peninggalan bersejarah ini nampak kurang terawat -seperti Istana Kantor- sehingga mengurani keindahannya.



7/27/2009

Melakukan Hal-Hal Yang Tidak Dilakukan Nabi Saw Tidak Haram?

Sebelum membaca risalah yang kecil ini, ada baiknya Saudara-saudaraku mengheningkan hati sejenak dan membuang doktrin-doktrin ta'ashubiyah kemazhaban agar dapat membaca risalah ini nantinya dengan sikap yang netral dan pikiran yang jernih.

Ada sebuah fenomena yang sangat pelik telah mendorong saya untuk menulis sebuah risalah sederhana ini dimana sebagian orang telah menjadikan tarku an-Nabi (ترك النبي ) atau dalam bahasa kita (hal-hal yang ditinggalkan atau tidak dilakukan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) itu sebagai hujjah (alasan hukum) untuk mengharamkan amal ibadah orang lain.

Pertanyaannya adalah apakah benar jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan atau tidak melakukan suatu perkara, lantas menjadi haram hukumnya bagi kita untuk melakukan suatu perkara itu? Saya harap Saudara-saudaraku sekalian memahami pertanyaan saya itu sebab di situlah inti dari pembahasan kita ini.

Sebelum kita menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita memahami dahulu sebuah pertanyaan yang lebih mendasar lagi, apakah benar jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melakukan sesuatu, berarti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin memberitahukan kita bahwa sesuatu itu haram?

Jawabannya tentu saja tidak, karena di sana ada sebab-sebab lain mengapa Rasulullah meninggalkan sesuatu yang berarti bukan serta-merta sesuatu yang ditinggalkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu haram dilakukan oleh kaum muslimin.

Di antaranya adalah: 1. Terkadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu hanya karena adat atau kebiasaan saja, seperti yang pernah terjadi ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat bertamu ke suatu kaum dimana mereka disuguhkan daging dhob (biawak padang pasir) panggang dan kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membentangkan tangannya yang mulia untuk mengambil daging itu, dan serta merta sahabat mengatakan wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu adalah daging dhob. Langsung Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menarik tangannya kembali dan tidak jadi mencicipi dhob tersebut. Kemudian para sahabat bertanya, "Apakah ianya haram wahai Rasulullah?" Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Tidak, hanya saja daging dhob ini tidak ada di tempatku maka aku merasa tidak suka untuk memakannya. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh para sahabat untuk melahap daging itu dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat dan membiarkan mereka..

Dari riwayat yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim di atas, sangat jelas bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan memakan daging dhob bukan karena ingin memberitahukan bahwa daging dhob itu haram, tetapi karena sebab lain yaitu beliau tidak suka dengan daging dhob.

2. Terkadang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu karena takut sesuatu itu diwajibkan kepada umatnya. Seperti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sholat tarawih justru ketika para sahabat berkumpul untuk mengikuti tarawehnya dari belakang.

3. Terkadang pula Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu karena tidak terpikir atau terlintas dibenaknya untuk melakukan sesuatu itu. Seperti dulu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam khutbah jum'at hanya di atas sebuah tunggul kurma dan tidak pernah terlintas sebelumnya dalam benak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk membuat sebuah mimbar sebagai tempat berdirinya ketika khutbah. Kemudian para sahabat mengusulkan untuk membuat mimbar, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pun menyetujuinya sebab memang itu sebuah usulan yang baik dan membuat semua jama'ah dapat mendengar suara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

4. Terkadang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu karena sesuatu itu bebas boleh dikerjakan dan boleh tidak dikerjakan semisal ibadah-ibadah tathowwu' seperti sedekah, zikir, sholat dhuha, tilawah qur'an dan sebagainya. Ibadah-ibadah ini jika ditinggalkan tidak mengapa dan jika dikerjakan sebanyak-banyaknya maka termasuk sebagaimana yang dikatakan dalam keumuman ayat: وافعلوا الخير لعلكم تفلحون (الحج: 77) …dan lakukanlah kebajikan agar kamu beruntung. (Al-Hajj:77)

Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melakukan sholat dhuha setiap hari. Bukan berarti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin memberitahukan kepada kita bahwa sholat dhuha tiap hari itu haram. Begitu pula zikir selepas sholat, terkadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkannya dengan berbagai alasan seperti perang, menunaikan hak kaum muslimin dan sebagainya. Bukan berarti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin memberitahukan kepada kita bahwa melakukan zikir setiap kali selesai sholat adalah haram.

5. Pernah juga Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan sesuatu karena sesuatu itu adalah perkara sensitif yang dikhawatirkan akan menyinggung perasaan kaum Quraisy pada waktu itu sehingga berpengaruh akan menggoyang keimanan mereka yang masih baru. Seperti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah meninggalkan untuk tidak merehab kembali bangunan ka'bah kepada ukuran semula sebagaimana yang pernah dibangun Nabi Ibrahim As sebab khawatir banyak kaum muslimin Quraisy yang masih baru keislamannya pada waktu itu akan berubah hatinya kembali kepada kekafiran.

6. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga meninggalkan untuk menulis hadits-hadits beliau di masa hidupnya karena takut tercampur dengan ayat-ayat Alquran yang juga sedang disuruh untuk menulisnya di daun-daun, tulang-tulang, batu-batu dan pelepah kurma. Ini bukan berarti menulis hadits-hadits Nabi Saw itu haram hukumnya. Dan buktinya sepeninggal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan setelah Alquran dibukukan, kaum muslimin bersepakat untuk menuliskan dan membukukan hadits-hadits Nabi Muhammad Saw.

Dari sedikit contoh di atas dapat kita jawab pertanyaan di awal risalah ini bahwa jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan atau tidak melakukan suatu perkara maka tidak menjadi haram hukumnya bagi kita untuk melakukan suatu perkara itu.

Berikut saya sertakan dalil dari Alquran dan sunnah akan pernyataan saya di atas: 1. Biasanya untuk menunjukkan sesuatu itu haram, Alquran dan sunnah menggunakan lafazh-lafazh larangan, tahrim atau ancaman siksa ('iqob), seperti: ولا تقربوا الزنا000(الإسراء : 32) …dan janganlah engkau dekati zina…(Al-Isra:32)

ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل (البقرة: 188) …dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan cara yang batil…(Al-Baqarah:188)

حرمت عليكم الميتة و لحم الخنزير000(المائدة : 3) Diharamkan atasmu bangkai dan daging babi…(Al-Maidah:3)

قا ل صلى الله عليه و سلم: من غش فليس منا (رواه مسلم) Rasulullah Saw bersabda:"Siapa yang berdusta maka bukan daripada golongan kita."

Dari nash-nash di atas, para ulama mengistimbath hukum bahwasanya zina, memakan harta orang lain secara batil, memakan bangkai dan babi serta berbohong adalah haram. Dan tidak pernah di dalam istimbath hukum, para ulama kita menggunakan tark Nabi (sesuatu yang ditinggalkan atau tidak dikerjakan Nabi Saw) sebagai hujjah untuk mengharamkan sesuatu.

2. Coba perhatikan ayat dan hadits berikut ini:

وما أتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا000(الحشر:7) …dan apa-apa yang didatangkan Rasul kepadamu maka ambillah dan apa-apa yang dilarang Rasul maka tinggalkanlah…(Al-Hasyr:7)

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa kita disuruh meninggalkan sesuatu jika dilarang Rasul, bukan ditinggalkan atau tidak dilakukan Rasul. Coba perhatikan bunyi ayat di atas: وما نهاكم عنه"" bukan وما تركه"".

Kemudian coba perhatikan hadits berikut ini: قال قا ل صلى الله عليه و سلم: ما أمرتكم به فأتوا منه ما ستطعتم وما نهيتكم عنه فاجتنبوه (رواه البخاري) Nabi Saw bersabda: "Apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampumu dan apa yang aku larang maka jauhilah!"

Dari hadits di atas sangat gamblang bahwa bunyi haditsnya وما نهيتكم عنه"" dan bukan وما تركته فاجتنبوه" ".

3. Bahwasanya para ulama ushul fiqih mendefinisikan sunnah (السنة) sebagai: perkataan (القول), perbuatan (الفعل) dan persetujuan (التقرير) Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bukan tark-nya (الترك). Jadi siapapun yang melakukan sesuatu dan sesuatu itu tidak pernah dilakukan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bisa dikatakan dia telah bertentangan dengan sunnah, sebab tark bukan bagian dari sunnah.

4. Para ulama ushul fiqih telah bersepakat semuanya bahwa landasan hukum (hujjah) untuk menentukan sesuatu itu wajib, sunnah, mubah, haram dan makruh dengan empat landasan hukum yaitu: Alquran, sunnah, ijma' dan qiyas. Dan tidak pernah at-tark dijadikan sebagai landasan hukum (hujjah).

Begitulah cara para ulama kita mengetahui hukum dari sesuatu perkara. Dan saya melihat hanya sebagian kecil saja ulama-ulama yang menggunakan at-tark ini sebagai hujjah. Ulama yang pertama sekali menggunakan at-tark ini sebagai hujjah adalah Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan sekarang diikuti manhaj ini oleh para ulama Arab Saudi dan cara seperti ini tidak pernah dilakukan oleh ulama-ulama salaf sebelum beliau (Imam Ibnu Taimiyah). Ini adalah sebuah kekhilafan yang sangat fatal sebab akan menyebabkan banyak sekali perkara-perkara sunnah lagi baik digolongkan kepada bid'ah hanya karena perkara-perkara itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Ini akan menyempitkan ladang amal dan ibadah bagi kaum muslimin, padahal kita semua sudah tahu bahwa ladang amal dan ibadah itu bagi kaum muslimin sangat luas sampai-sampai seluruh perkara yang bernilai manfaat dan diniatkan untuk Allah adalah ibadah dan seluruh hamparan bumi ini di anggap sebagai tempat sujud oleh Islam.

Yah…begitulah manusia, terkadang benar dan terkadang salah. Terlebih dalam ijtihad agama, benarnya diberi pahala dua dan salahnya masih diberi pahala satu. Dan sebagaimana kata Imam Malik radhiyallahu 'anhu: "Setiap kalam itu mungkin ditolak dan mungkin diterima kecuali kalam penghuni kubur ini (mutlak dapat diterima)". Imam Malik sambil mengisyaratkan tangannya kepada maqam Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berziarah ke maqam Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam..

Wallahu a'lam.

Disarikan dari kitab Husnut-Tafahumi wa Ad-Darki Limas'alatit-Tark lil imam Abdillah Shodiq Al-Ghumary.

(Penulis:Ablecaire El-D'roy, sumber:www.eramuslim.com)


5/03/2009

Flu Burung, Flu Babi (swine flu), Sebuah Tanda Tanya

Kekhawatiran warga dunia terhadap ancaman penyakit flu burung belum reda, kini kita sudah diguncang lagi dengan ancaman penyakit baru flu babi. Penyebaran virus influenza tipe A H1N1 ini bahkan lebih cepat dibandingkan flu burung, sehingga WHO meningkatkan kesiagaan dari tingkat empat ke tingkat 5, yang artinya flu babi ini sudah mendekati tahap pandemi atau akan menjadi wabah yang mengglobal.

Saat ini, selain di Meksiko, negara AS, Inggris, Kanada, Spanyol dan Israel memkonfirmasi ada warganya yang sudah terkena virus flu babi. Bagaimana dengan Indonesia? Untuk sementara kita mungkin masih bisa bernapas lega karena Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan bahwa virus flu babi hanya mampu hidup dalam cuaca dingin, dan tidak bisa bertahan di daerah berhawa tropis.
Munculnya penyakit-penyakit menular yang berasal dari virus yang dibawa oleh hewan, seperti AIDS yang katanya dari monyet, flu burung dan sekarang flu babi, selayaknya menggelitik kita dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, darimana semua virus-virus itu datang, apakah mungkin sebuah virus atau penyakit bisa muncul begitu saja atau adakah yang sengaja membuat dan
menyebarkannya?
Sebuah buku berjudul "Deadly Mist, Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia" yang ditulis Jerry D Gray mungkin bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu, tanpa bermaksud untuk melontarkan tuduhan pada satu pihak, tapi sebagai bahan pemikiran yang bisa membuat kita lebih waspada terhadap berbagai ancaman penyakit menular yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini.

Jerry D Gray adalah warga negara AS keturunan Jerman yang pernah bergabung di dinas Angkatan Udara AS. Gray yang kini menetap di Indonesia juga seorang mualaf yang aktif berdakwah dan menulis buku berisi kajian kritisnya tentang politik dan media massa di AS.
Dalam bukunya "Deadly Mist" Gray secara gamblang memaparkan peran AS dalam pembuatan zat-zat biologi dan kimia yang berbahaya bagi manusia, seperti MSG, Aspartam (gula buatan), fluoride dan zat-zat mematikan lainnya. Penggunaan senjata biologi bahkan sudah dilakukan dalam penaklukan benua Amerika untuk "memusnahkan" orang-orang Indian, penuduk asli benua itu.
Dalam buku tersebut Gray juga memaparkan konspirasi jahat dibalik penyebaran virus AIDS, Antrax sampai flu burung dan membeberkan bahwa bibit-bibit penyakit itu telah dengan sengaja dikontaminasikan pada manusia sebagai uji coba bahkan untuk kepentingan industri obat-obatan mereka untuk meraup keuntungan. Yang lebih kejam lagi, AS juga tega menjadikan rakyatnya sendiri sebagai target uji coba bahan kimia dan biologi berbahaya buatan mereka.
Menurut Gray, semua itu dilakukan bukan tanpa alasan. Zat-zat kimia dan biologi berbahaya, bibit penyakit dan virus-virus dan vaksin sengaja diciptakan dan disebarkan ke manusia untuk satu tujuan, keamanan nasional dan mewujudkan apa yang disebut Tatanan Dunia Baru, World New Order. Dalam buku itu Gray menyebutkan bahwa sejak Perang Dunia II, AS dan pimpinan Nazi, Adolf Hitler secara rahasia berkolaborasi untuk mewujudkan Tatanan Dunia Baru itu. Para pengusung New World Order ini punya misi rahasia yaitu;
1. Menciptakan satu pemerintahan dunia
2. Menciptakan satu pemimpin dunia
3. Menciptakan satu kepercayaan (baru) dunia
4. Menjaga dan melindungi ras unggul (orang-orang kulit putih sehat, melalui pengendalian jumlah penduduk)
5. Menjadikan warga negara dunia ketiga sebagai pembantu atau buruh.
Untuk mencapai misi itulah mereka menciptakan zat-zat kimia dan biologi berbahaya, bibit penyakit dan virus-virus mematikan sebagai "senjata pemusnah massal yang efektif" untuk melakukan seleksi terhadap ras unggul manusia itu, bahkan membuat obat-obatan yang sejatinya adalah racun bagi tubuh manusia sehingga manusia menjadi sakit dan lemah sehingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan, bahkan terancam kematian massal sebagai alat pengendalian penduduk dunia tadi.
Lalu, adakah flu babi yang sedang mewabah ini bagian dari konspirasi jahat itu? Wallahualam bishowab. Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita dari segala bentuk kejahatan dan penyakit dan senantiasa memberi memberikan petunjuk pada kita yang benar adalah benar dan yang jahat adalah jahat. (ln/aljz-pic) (sumber: www.eramuslim.com)

4/30/2009

Masihkah Kau Mencintaiku

Ah...malam ini tidak ada acara yang menarik di TV, biasanya aku nonton bioskop Trans TV, tetapi ternyata sudah nonton sebelumnya, The One. ku ganti chanel berharap ada acara yang menarik. Ternyata ada acara baru di RCTI, reality show, ” Masihkah Kau Mencintaiku”. Kebetulan acara ini perdana dan ditayangkan setiap rabu malam pukul 22.00 WIB.

“Masihkah kau mencintaiku” mencoba membantu pasangan yang sedang dirundung masalah itu dengan menghadirkan mereka yang berkonflik bersama keluarga masing-masing. Kepada mereka, diajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kehidupan pribadi untuk menguji apakah masih ada kecocokan dan mereka benar-benar masih saling mencintai atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan yang cocok antara suami istri tersebut akan mendapatkan hadiah mulai dari uang tunai sampai paket spa.

Program ini dipandu oleh Helmy Yahya dan Dian Nitami yang akan melemparkan pertanyaan demi pertanyaan sekaligus memandu kedua belah pihak. Disamping itu ada psikolog dan pakar yang kompeten di bidang perkawinan sehingga pendapatnya bisa dijadikan pertimbangan bagi pasangan yang sedang bermasalah.

Acara ini semalam menghadirkan Dedy dan Siska yang mau bercerai, dan tentunya menghadirkan orang tua masing-masing. Penyebab permintaan cerai ini adalah karena sang suami lupa mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahun sang istri, padahal perkawinan mereka telah berjalan 10 tahun lebih.

Pertanyaan pertama yang diajukan adalah berapa ukuran bra siska, sebelumnya dedy telah diberi kuisioner untuk menjawab pertanyaan tersebut, selanjutnya siska ditanya apakah dedy tahu ukuran branya atau tidak. Siska menjawab dedy pasti tidak tahu...ternyata dedy tahu.

Pertanyaan kedua adalah apakah dedy tahu tanggal ulang tahun ibunya. Siska mengatakan dedy tidak tahu......ternyata dedy tahu. Pertanyaan ketiga adalah hari apa putri mereka lahir. Ternyata keduanya menjawab salah. Pertanyaan ke empata adalah apakah dedy menyesal menikahi siska. Siska menjawab pasti dedy menyesal....ternyata jawaban dedy tidak menyesal.

Acara ini sesekali diselingi dengan adu mulut antara dedy dengan siska ataupun emosi mama dedy yang dengan gigih membela anaknya dan tentu saja mengungkapkan kekurangan-kekurangan siska. Mama siska tentu juga membela anaknya meskipun tak seemosional mama dedy.

Pertanyaan terakhir adalah apakah dedy masih mencintai siska. Siska menjawab bahwa dedy mencintainya...ternyata dedy juga menjawan yang sama. Diikuti dengan pelukan dedy ke siska dan dibumbui dengan tepuk tangan penonton dan beberapa mengusap air matanya. Acara ini diakhiri dengan happy ending dimana dedy dan siska saling berbaikan lagi.

Mungkin acara ini diilhami banyaknya kasus perceraian yang serdang marak di Indonesia. Tercatat, pada tahun 2007, sedikitnya 200 ribu pasangan melakukan pisah ranjang alias cerai. Meski angka perceraian di negara ini tidak setinggi di Amerika Serikat dan Inggris (mencapai 66,6% dan 50% dari jumlah total perkawinan), namun angka perceraian di Indonesia ini sudah menjadi rekor tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Angka perceraian di Indonesia diprediksi oleh banyak pihak akan selalu meningkat tiap tahun. Hal itu dikarenakan life style (gaya hidup) masyarakat selalu berubah. Pondasi nilai-nilai keagamaan mulai luntur. Dasar meniti bahtera rumah tangga tak lagi mendasar pada al-Quran dan hadist.

Dalam kehidupan rumah tangga mutlak adanya komunikasi yang sehat antara pasangan sehingga saling memahami dan menghargai. Disamping itu juga - sebagai manusia yang punya kekurangan dan kesalahan pada suami/istri dituntut juga adanya kesabaran dalam berumah tangga. Dan tentunya disertai dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah swt. Sehingga tercipta keluarga yang sakînah mawaddah warahmah